Tuesday, 9 July 2019

Membaca Peta Kekuatan Dunia

Membaca Peta Kekuatan Dunia

BUKU berjudul "Masa Depan Dunia" ini membahas tentang masa depan dunia di mana teknologi informasi akan menjadi "tulang punggung" dunia modern. Selain itu juga membahas tentang sejarah masa depan dunia, serta peta kekuatan global abad 21. Dalam hal ini, Amerika Serikat yang merupakan representasi Barat, diprediksi akan tetap menjadi kekuatan dunia nomor wahid beberapa dekade ke depan.

Dalam buku ini, Kamaruzzaman menjelaskan bahwa penopang kekuatan Amerika Serikat adalah melalui kekuatan militer, inovasi, teknologi informasi, finansial, dan ekonomi. Namun, ketika Cina mulai membayang-bayangi kekuatan-kekuatan tersebut, maka hampir semua arah kebijakan AS berupaya menghadapi laju pertumbuhan ekonomi negeri Ginseng. Pada saat yang sama, Uni Eropa pun melalui kekuatan kolektif berusaha sejajar dengan Cina. Namun, Uni Eropa tidak akan menganggap AS sebagai pengganggu stabilitas global. Bahkan sebaliknya, Uni Eropa dan AS akan bekerja sama dalam beberapa hal untuk memperkuat blok Barat (hlm. 229).

Berbicara tentang AS yang diprediksi akan tetap menjadi kekuatan utama dunia dalam beberapa dekade ke depan, tentu saja tidak perlu dijelaskan bagaimana negeri Paman Sam menjadi pusat peradaban baru. Sebagai sebuah kerajaan dunia, terutama pasca perang dunia ke-2, negara ini telah menjamin setiap sudut bumi tidak akan luput dari kontrolnya (hlm. 275). Di sini, kunci utamanya, selain teknologi, juga diperkirakan eskalasi perang dan pertikaian antar negara untuk menguasai bumi baik yang di darat maupun di angkasa akan memainkan peran penting tentang sejarah masa depan dunia.

Dewasa ini, negara yang menguasai hampir seluruh lautan adalah Amerika Serikat. Negara tersebut berada di setiap lalu lintas maritim dan bertindak sebagai polisi dunia. Di angkasa, satelit AS untuk keperluan eksplorasi dan intelijen telah mampu melacak setiap gerak-gerik manusia. Diperkirakan, pada abad ini, negara ini akan menjalankan misi baru, yaitu pasukan infantri robot untuk tugas-tugas yang sederhana maupun yang sulit. Adapun di masa yang akan datang, manusia dengan bantuan teknologi akan melakukan proses pertemuan hasil peradaban yang dilakukan Amerika Serikat dengan peradaban dari planet lain (hlm. 278).

Intinya, apa pun akan dilakukan Amerika Serikat bersama aliansinya supaya tetap menjadi kekuatan dunia di masa yang akan datang. Kalau kita melihat ke masa silam, tentu hal ini tidak mengherankan bagaimana dalam sejarahnya, Amerika Serikat memang melakukan segala macam cara untuk menjadi penguasa tunggal dunia. Jika ada yang mencoba melawan hegemoni Barat (Amerika Serikat), maka baik negara maupun individu tidak akan diberikan peluang untuk tampil sebagai pemain utama dalam pentas global.

Proses dan cara hegemoni yang dilakukan oleh Amerika Serikat tersebut telah dikritisi secara panjang lebar oleh Edward Said dalam "Orientalisme". Namun, kebijakan demi kebijakan yang diterapkan tidaklah selalu untuk saling menghormati, melainkan negara-negara di luar Barat sebagai the others harus tunduk pada kebijakan Barat. Bongkar pasang kebijakan dan usaha untuk menekan negara yang tidak tunduk, dilakukan mulai dari penghilangan pengaruh sampai dengan embargo. Pada prinsipnya, peta kekuatan dan kekuasaan pada tingkat global tidaklah berbeda dengan sejarah konflik di dunia ini yang telah terjadi beberapa abad lamanya (hlm. 36-37).

Sejarah perang yang dilakukan oleh Barat merupakan sejarah manusia abad modern. Dan negara yang paling banyak melakukan perang pada abad modern adalah Amerika Serikat. Sedangkan negara yang melakukan peperangan dan memiliki ekspansi yang cukup luas adalah Inggris selama 300 tahun. Sedangkan negara yang melakukan proses penjara manusia dalam ruang yang terluas adalah Israel (hlm. 98-99).

Secara umum, buku ini cukup detail membahas tentang sejarah hubungan Barat dengan Timur, baik dari segi agama (religi), ekonomi, dan juga budaya. Selain itu juga dikupas lumayan tuntas tentang peta kekuatan global yang hingga saat ini masih dipegang Amerika Serikat bersama "kawan-kawannya".

Namun, penulis kurang cermat dalam membaca peta dunia dan isu-isu global yang kurang disorot media. Studi ini hanya menampilkan bagaimana Barat melakukan proses order di dunia. Dalam kajian ini, penulis terlalu menyudutkan Amerika Serikat, bahwa seolah-olah segala kekacauan (perang) yang meledak di beberapa negara merupakan tanggung jawab negeri Paman Sam. Padahal Israel menjadi ancaman serius bagi masa depan dunia, di mana negara yang merupakan “anak emas” Amerika Serikat tersebut memulainya dari tanah Palestina. Begitu pula dengan Cina, yang dengan kekuatan ekonominya mulai mengusik hampir seluruh negara di dunia, termasuk Amerika sendiri. Dan hal tersebut tidak dibahas panjang lebar dalam buku setebal 414 halaman ini.

Meski secara akademik buku ini dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah, namun jika berbicara tentang tema, antara judul dengan isi, misalnya, maka buku ini harus direvisi. Jika hal tersebut tidak dilakukan (revisi), maka judul buku ini harus diganti. Kalau boleh memberi usul, coba ganti dengan "Sejarah Panjang Hubungan & Masa Depan Amerika Serikat dengan Dunia Timur", atau "Masa Depan Dunia Ada di Tangan Amerika?".


Judul               : Masa Depan Dunia
Penulis             : Kamaruzzaman Bustaman-Ahmad
Penerbit           : Bandar Publishing, Banda Aceh
Cetakan           : Pertama, Januari 2018
ISBN               : 978-602-1632-95-6
Presensi          : Fajri Andika*


*Presensi adalah Pustakawan Danau Baca Yogyakarta
*Pernah yang tayang di Kedaulatan Rakyat, edisi Minggu Wage, 03 Juni 2018

No comments:

Post a Comment