Thursday, 1 November 2018

Jejak Pembunuh Berdarah Dingin

Jejak Pembunuh Berdarah Dingin
Judul       : The Winner Stand Alone: Sang Pemenang Berdiri Sendiri
Penulis    : Paulo Coelho
Penerbit  : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan  : 2009
Tebal      : 472 Halaman
Presensi  : Fajri Andika*

Setelah sukses dengan novelnya The Alchemist, sebagai buku yang paling banyak diterjemahkan. Kini Paulo Coelho hadir dengan karya fiksinya yang baru, The Winner Stand Alone. Dalam novel ini, kita diajak mengikuti langkah Igor, pengusaha telekomunikasi kaya raya asal Rusia yang merasa terpukul setelah ditinggal istrinya, Ewa. Dan ia memutuskan untuk menarik perhatian sang mantan istri dengan sebuah rencana gila. Menurut Igor, hanya dengan rencana gilanya itulah, ia dapat menarik perhatian Ewa, dan membuat wanita yang dicintainya itu kembali ke pelukannya.

Igor melakukan rencana gilanya itu di Kota Cannes, Prancis, pada saat Festival Film. Festival tersebut berlangsung selama dua belas hari, yang membuat harga-harga naik, yang hanya mengizinkan mobil-mobil tertentu untuk lewat di jalan-jalannya, yang membuat bandara dipenuhi model dan para bintang besar. Para bintang tersebut melibatkan produser, sutradara, selebriti, desainer, dan orang-orang yang berkecimpung di dunia hiburan.

Yang paling menonjol memang semua kemewahan dan glamor, namun inti dari Festival ini adalah pasar paralel besar industri. Para pembeli dan penjual dari seluruh penjuru dunia yang berkumpul bersama untuk membuat kesepakatan soal film-film yang sudah diproduksi atau untuk membahas soal investasi dan ide-ide. Setiap harinya ada 400 film yang ditayangkan, kebanyakan dalam apartemen yang disewa selama Festival.

Dalam prosesnya, Igor bersilang jalan dengan Gabriela, aktris muda dan ambisius. Jasmine, seorang model berkulit hitam yang lahir di kota kecil Belgia yang sangat tradisional bernama Antwerp. Javits Wild, produser berpengaruh dan korup. Dan Hamid, pengusaha yang memulai dari bawah dan sedang berada pada puncak kejayaannya.

Aku sudah menghancurkan satu dunia untukmu, Katyusha. Kata-kata itulah yang dikirim Igor lewat pesan singkat kepada mantan istrinya setiap kali ia selesai menghabisi nyawa korban-korban cintanya. Igor membunuh bukan tidak ada alasan dan tujuan. Sebenarnya, tujuan Igor membunuh hanya satu yaitu, supaya wanita yang ia cintai tahu bahwa ia mampu melakukan apa pun untuk wanita itu, termasuk menghancurkan banyak dunia.

Yang menjadi korban pertama Igor adalah Olivia, seorang gadis muda, yang hari-harinya dihabiskan untuk menjual berbagai macam kerajinan tangan serta perhiasan murahan di pinggiran jalan Kota Cannes. Korban selanjutnya adalah Javits Wild, produser berpengaruh dan korup, yang ke mana-mana selalu ditemani bodyguardnya. Setelah berhasil membunuh Olivia dan Javits Wild, lalu Igor menghabisi nyawa Maureen, seorang produser yang tak begitu terkenal, yang sejak pertama kali bertemu tertarik sama Igor.

Dan Igor mengakhiri langkah gilanya dengan membunuh Ewa dan Hamid. Igor menghabisi nyawa mereka di pinggir pantai Kota Cannes, pada saat acara makan malam. Igor tidak langsung membunuh Ewa dan Hamid di tempat acara, tetapi terlebih dulu Igor mengajak mereka ke pinggir pantai, dengan alasan supaya pembicaraan mereka bertiga tidak didengar oleh orang-orang yang ada di acara makan malam itu. Dan di bibir pantai itulah Igor mengantarkan kedua orang itu ke Surga.

Igor termasuk salah seorang pembunuh berdarah dingin. Selama di Cannes, ia telah menghabisi lebih dari tiga nyawa. Namun, tak satu pun polisi yang bisa mengungkap tindak kriminal itu. Setiap pembunuhan yang Igor lakukan dengan teknik berbeda, namun sangat terencana. Ia memilih senjata yang berbeda untuk setiap korbannya. Dengan tangan kosong, racun, pisau stiletto, dan dengan menggunakan pistol beretta Px4 yang ukurannya hanya sedikit lebih besar daripada pensil.

Igor sudah merencanakan semuanya. Ia menggunakan pesawat pribadi supaya bisa masuk ke Prancis membawa pistol yang tidak terdaftar serta berbagai racun yang didapatnya lewat koneksi dengan mafia Chechen di Moscow, Rusia. Setiap langkah, setiap gerakan, telah Igor rancang dan latih dengan hati-hati seperti sedang merencanakan pertemuan bisnis. Ia sudah memiliki daftar korban di kepalanya. Selain gadis yang ia jumpai dan ajak bicara, korban-korban lain harus berasal dari tingkatan status, usia, serta kebangsaan.

Begitulah cerita yang dituangkan Paulo Coelho dalam novel The Winner Stand Alone. Yang jelas, cerita yang ada dalam novel terbarunya ini tidak kalah menariknya dengan novel-novel sebelumnya. Karena selain alur ceritanya yang mengalir, cerita-cerita yang ditorehkan Paulo Coelho tidak monoton. Meskipun cukup tebal, membaca novel ini tidak membosankan. Dengan sekejap akan segera habis dilahap, tanpa harus membuang keringat yang banyak.

The Winner Standa Alone bukan hanya bercerita tentang kemewahan dan dunia glamor para bintang, namun juga menuntun kita ke dalam perenungan mendalam tentang kekuatan mimpi-mimpi kita serta nilai-nilai yang kita gunakan untuk mengukur diri sendiri. Kisah yang intens ini akan membawa kita ke dalam lingkup orang-orang terkenal, sukses, dan bergelimang uang, namun menjadi cerminan mengejutkan tentang kedangkalan dan keganasan dunia di mana manusia saling memakan sesamanya.


*Disalin dari karya Fajri Andika.
*Dimuat di surat kabar “Koran Jakarta” edisi 20 Februari 2010.
*Penulis bisa dikunjungi di www.pangabasan.wordpress.com

1 comment: